Tampilkan postingan dengan label Sahabatku bercerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sahabatku bercerita. Tampilkan semua postingan

Rabu, 31 Oktober 2012

Sahabatku Bercerita Episode 2: Maharku Untukmu

Fauzi - Jogja

Written By: Fauzi
Asal Nasyid Lovers: Jogja
Lagu yang diceritakan : Maharku Untukmu - Alief

Inilah Maharku Untukmu  Seperti ini kumampu
Sepenuh hati kuberikan  Sebagai wujud cintaku

Maharku untukmu tulus kuserahkan Kepada dirimu satu yang kupilih
Maharku untukmu agung karunia yang Allah berikan padaku untukmu

Terimalah sebaris doa Semoga engkau bahagia
Dan kunyanyikan lagu ini Persembahan cinta suci


Pernah menjadi filler di acara reality show Jika Aku Menjadi yang ditayangkan di Trans tv dan menurut kabar menjadi Ost di salah satu FTV di negeri jiran Malaysia, Bagi kalangan pecinta nasyid, pasti sudah sangat akrab dengan lirik nasyid diatas. Betul sekali nasyid tersebut memang romantisss sekali ho ho. Maharku Untukmu. Pertama kali mendengarkan nasyid ini adalah di Radio muslim di Yogyakarta yang berinisial R karena di radio yang berinisial M waktu itu belum ada. 

Ketika itu masih sekitar awal tahun 2010, permulaan saya mengenal nasyid. Sebelum kenal dengan yang namanya nasyid, HP saya di dominasi bahkan hampir semuanya adalah lagu-lagu yang sering muncul di televisi. Patah hati, galau dan sejenisnya. Tetapi ouwww ketika tanpa sengaja mendengarkan radio MQFM Jogja saat lagi belajar karena mau ulangan nah akhirnya dari situlah seneng dgn nasyid karena memang yang diputar adalah nasyid2 semua.

Saat itu yang paling sering diputer diradio tersebut adalah
1, Edcoustic – muhasabah cinta
2, Haris isa – karenaNya aku meolakmu
3, Starfive – Ayah
4, The Fikr – Cinta Diatas Cinta
5, Rahmat Fajar – Kau Tiada Terdua
6, Fika Mupla – Doa Qolbu

Dan akhirnya ketika tanpa sengaja ada suatu ajang penghargaan nasyid, nah saat itu ada solois yang berhasil masuk nominasi bernama Alief dengan lagu Maharku Untukmu. Pada saat itu saya spontan berfikir nih dari judulnya aja gimanaaa gitu, pokoknya bikin penasaran banget deh. 

Tetapi, kok diradio yang selalu kusimak belum ada, haduh gmana ngedapetinya ya? Dan hingga akhirnya ketika diradio R lagu tersebut sudah ada, tanpa pikir panjang aku langsung Ketik REG(Spasi)ALIEF(spasi)Maharku untukmu(spasi)salam-sapa. 

Setelah berhasil merequest di radio “R” tersebut  dan langsung  diputarkan ternyata, ya ampun sungguh terlalu banget deh senandung ini, manteeep oeeee. Apalagi suara dari Kang Alief sendiri yang indah dan juga arransemen musiknya yang syahdu bikin senandung ini dalam sekejap menjadi hits diradio tersebut. Bahkan berhasil menjadi jawara dibeberapa chart nasyid nusantara saat itu. 

Ini adalah nasyid romantiss pertama yang saya tahu, makanya nasyid ini terdengar begitu istimewa sekali. Ho ho ho. Apalagi beberapa kali kujumpai saat hadir di walimahan sahabat senandung ini menjadi soundtracknya, hihi. Selain Maharku Untukmu banyak lho yang temanya sama ada yg judulnya Nikah, Bersamamu, Jatuh cinta, cinta setulus hati, barakallah wah wah memang Romantic Religi banget seperti albumnya J Bravo buat Kang Alief dan juga ANN JATENG tentunya. Tak lupa seluruh Pecinta Nasyid Nusantara.


Baca juga: episode 1 “Maaf Bintang”, tulisan Yuri Mulyasari (Bandung)


Note dari ANN Jateng:
-          Lagu Maharku Untukmu dibuat Alief, sebelum ia menikah. Lagu ini hadir dalam Album Islamic Romantic Alief dan sebuah album kompilasi lagu religi Islami 2010 produksi Forte Record. Selain lagu ini, di album Alief ada pula lagu Nikah yang memberi inspirasi pada seorang pemuda untuk menikahi wanita yang sudah berumur. Lagu ini juga dinyanyikan ketua ANN Jateng Pertama, yaitu Aris, pada pernikahannya.

Minggu, 21 Oktober 2012

Sahabatku Bercerita #1 “Maaf Bintang”


Rubrik ini memuat kisah para nasyid lovers yang punya cerita mengenai lagu kami

Teh Yuri
Ditulis oleh : Yuri Mulyasari Al-hanniyyah
Asal Nasyid Lovers : Bandung
Write when 10 Oktober 2012, published: 19 Oktober 2012 on her Facebook wall

Aku berdiri
Pandangi kerlip bintang
Bintang tersenyum
Seolah tahu gundahku

Bintang berkerlip
Tampak aura bijaknya
Yakinkan aku
Kubisa curhat padanya

Bintang menanti
Lisanku terurai
Berkeluh kesah
Luapkan beban padanya

Maaf bintang
Walau terasa berat hidupku
Takkan kubagi itu padamu

Sori bintang,
Meski meleleh air mata
Aku takkan curhat padamu

Reff
Karena aku punya partner yang lebih baik
Dia setia mendengarku
Memberi ilham di setiap ruang hatiku
Dan itu bukan kamu

Karena Dia menuntunku hadapi tantangan
Tak sekedar mendengar semata
Dan itu bukan kamu, tapi penciptamu penciptaku
Allahu Robbi

Munsyid : N’FE ANN Jateng
Judul : Aku Takkan Curhat Pada Bintang

Sekilas memang seperti bukan lagu nasyid, itu mungkin terlihat dari judulnya. Beberapa bulan yang lalu, tepatnya saat nasyid itu baru/new entry saya sering memposting judul ini di twitter (mungkin saking suka dengan lagu ini :D), dan karena terhitung baru juga, sempat ada teman saya yang bertanya, “Itu gak salah, lagu nasyid judulnya itu?”

Saya bilang,”Don’t judge a song from this title :D coba dulu denger bagaimana isi dari nasyid itu,”

Pertama kali tahu lagu ini, bukan dari judulnya. Tapi benar-benar pertama kali mendengarnya. Sekali dua kali saya dengar di salah satu radio muslim ternama di kota Bandung, saya tidak akan menyebutnya MQFM Bandung ya! (Lho?)

Ya, saya tertarik mendengarkan lagu ini, karena ada kata “Maaf Bintang”, didengarkan secara seksama bahwa inti liriknya memang kena ke hati. Istilahnya, “jatuh cinta pada pandangan pertama” #cieee

Saya mulai tanyakan siapa munsyid dan judulnya pada salah satu admin radio di twitter tersebut, hingga akhirnya menemukan “Aku Takkan Curhat Pada Bintang – N’FE”

Mulai saat itu, saya banyak searching tentang lagu ini, malah sering saya requestkan di radio tersebut, dengan satu tujuan: Supaya sering mendengarkan lagu tersebut ha ha. Dari lirik lagu, musik, sampai vokalnya memang pas sekali (menurut saya sebagai pendengar loh ya :D).

Saya suka penggunaan bahasanya yang ringan, tidak kaku, dengan musik yang benar-benar easy listening, tapi penuh makna. Oh ya, menurut saya keseluruhannya dari lagu ini seperti mewakilkan setiap orang khususnya saya, yang kadang suka ada ‘ilah lain tempat curhat. Naudzubillah kan? Jadi lagu ini juga sebagai pengingat untuk saya bahwa jangan ada ‘ilah lain apalagi mempercayakan segala sesuatunya kepada selain Allah SWT.

Nasyid ini memang benar-benar mengingatkan saya bahwa satu-satunya tempat bersandar, tempat meminta pertolongan, yang setia mendengar, menuntun serta memberi solusi hanya Allah SWT.

Dan sekian coretan saya kali ini, semoga bermanfaat untuk saya, syukur juga untuk siapapun. Semoga semakin banyak munsyid yang memberikan kualitas yang terbaik. Semangat sahabat!

Warm Regard

Note:
Dengan editan tanda baca dll seperlunya dari Divisi Media ANN Jateng. Lagu ini merupakan lagu ke-46 ciptaan Firto, diaransemen vokalnya oleh Alief, dan diaransemen musiknya oleh Dhion Fanditya. Sempat menjadi jawara di MHFM Solo, Runner up di MQ Bandung, dan Insya Allah terus merambat naik di chart Assyafiah Jakarta, Seulaweut Aceh, Erdamah Tangerah Nuris Tangerang dan radio lainnya. Sampai sekarang, sudah bertahan 17 pekan di Chart Erdamah. Semoga dengan keterbatasan dana kami (hiks2), kami bisa membuatkan album kompilasi untuknya. Aamiin.