Chicken Soup-nya ANN Jateng Edisi Melihat Berbagai Sisi (Part 1: Trian)
By: Firto
Aku mengenal Trian sudah lama. 7 tahun silam. Suaranya khas, apalagi
kalo nyanyi dangdut, wuih keluar tuh cengkok-cengkok rupa-rupa warna.
Suatu ketika, aku menawarinya untuk bergabung dengan nasyid The CS.
Cukup lama dia menjadi personil The CS, hampir empat tahun. Namun, waktu
yang lama itu sungguh membuat saya bingung.
 |
| Trian |
Suara Trian bagus, namun begitu dilatih sama Alief, Aris,
pelatih-pelatih ANN, suaranya begitu jelek. Terlalu banyak fals. Para
pelatih itu sempat putus asa, ada apa dengan anak ini? Kenapa tidak
maju-maju? Seolah belum lengkap, Trian kadang memperlihatkan perangainya
yang suka jutek dan menyebalkan. Ngomongnya suka sedikit gak enak.
Untung saya tidak punya riwayat darah tinggi, karena begitu seringnya
saya kesal dengan dia.
Memasuki penelitian skripsi, Trian purna tugas dari The CS. Sesekali,
dia tetap mensupport tim yang dibesarkannya itu. Setelah sekian lama,
Trian membuat pengakuan, yang berkorelasi dengan suaranya yang sering
fals dan sikap juteknya. Ternyata, dia memiliki tingkat percaya diri
yang rendah dan sering minder. Trian tidak yakin dengan kemampuannya.
Terjawab sudah, sikap juteknya ini hanyalah tameng untuk menutupi
keminderannya.
Namun, Trian tak menyerah. Dia berusaha mengalahkan keminderannya itu
dengan menjadi MC berbagai acara dan sempet merintis tim nasyid Dabel
Ti yang sempet menjadi Jawara Festival, meskipun tetap susah baginya
untuk mendapat kesempatan tampil karena saat itu begitu menjamur talent
baru yang berkembang. Sampai akhirnya, menjelang pulang ke lampung
(tanah lahirnya), Trian minta dibuatkan lagu dengan saya. Tadinya mau
dipakai dia untuk persiapan nikahnya. Cuma sampe sekarang belum ketemu
jodohnya kali ya ho ho.
Saya buatkan dia lagu bertajuk “Menikah”. Beberapa radio memberi
respon yang baik, bahkan menjadikannya jawara chart. Hanya saja,
sebagian lain seolah anti-klimaks. Lagu itu ditolak. Ada rekan radio
yang berpendapat, “Liriknya udah oke, musiknya juga oke, tapi kenapa
yang nyanyi harus dia? Rasanya gimana…gitu,” . Finally, lagi itu bisa
dianggap setengah sukses
Tak lama berselang, Trian meminta saya membuatkan dia lagu kembali.
Saya sebenarnya sadar, suara Trian biasa banget, namun bagi saya setiap
orang berhak untuk berusaha dan berhasil. Posisi Trian saat itu sudah di
sebuah kecamatan agak sepi di Lampung, ho ho. Saya kirim beberapa guide
lagu saya. Besoknya dia berkata, tertarik sebuah lagu saya. Karena
Kuyakin, Maka Aku Sabar judulnya. Jujur saja saya katakan, lagu itu ada
yang tertarik juga – munsyid terkenal, siapa cepat dia dapat. Trian
sesumbar bahwa dia yang akan mendapatkannya. Hati kecil saya yang polos
teringat kembali kenangan-kenangan sok pede Trian, yang ia pakai untuk
menyemangatinya.
Beberapa jam kemudian, Trian mengabari saya bahwa dia sudah
memasukkan lagu itu ke sebuah studio pembuat musik di Semarang. Tentu
saja saya kaget. Waduh, bagaimana dia rekamannya nanti? Pikir saya,
paling dia rekaman di Bandar Lampung atau kota-kota besar lainnya di
Lampung. Ternyata, dugaan saya meleset. Katanya, dia akan rekaman di
Semarang pada tanggal 20 Nopember. Mungkin, karena di sana ada Alief, si
Master Aransemen Vokal juga kali ya.
Selang sebelum rekaman, saya terus wanti-wanti supaya Trian latihan
lebih baik, lebih baik, lebih baik. Maksud saya, supaya rekamannya lebih
bagus daripada “Menikah”. Malu saya, kalo sampai ditolak dua kali ha
ha. Trian bilang: Iya, dia akan latihan sebaik mungkin.
Tepat tanggal 20 Nopember, Trian menepati janjinya. Dia rekaman di
Semarang dengan kualitas vocal yang mendingan. Pada titik ini saya
merasa senang, sekaligus terharu. Saya kok tidak pernah melihat orang
yang berkorban sebegitu besarnya untuk lagu saya. Biasanya, saya
seringkali harus susah-susah memasang muka badak, meyakinkan bahwa lagu
saya layak dinyanyikan.
Lagu saya yang ke-25 direkam itu akhirnya publish radio. Trian masih
mendistribusikan lagunya ke radio melalui ANN Jateng, untuk ia selalu
ingat perjuangannya membesarkan ANN dulu. Melihat usahanya yang cethar,
sudah tidak penting lagi apakah lagu itu nantinya disambut pendengar
radio atau malah ditolak duluan oleh radio. Saya percaya garansi dari
Allah, siapa yang bersungguh-sungguh, dia akan berhasil.