Kamis, 17 Januari 2013

Muslimah Can: “Nada Thinks Nada Can, Nada Can”


Chicken Soup Edisi Melihat Berbagai Sisi part 2 “Tim nasyid Nadacapella

Nasyid Itu Keluarga (Pipit Nada)
Jika Anda Percaya, Pikiran Anda Mencari Jalan untuk Melaksanakannya

Nada, tim nasyid muslimah ini, mungkin sekarang sudah memetik buah pertama dari perjuangan mereka. Tampil sebagai salah satu juara event nasional, ketika kebanyakan tim muslimah hanyalah sekedar tim dadakan.

Namun, jalan yang mereka tempuh tidak mudah. Diawali dari minat Hari, salah satu personil Awan, yang tertarik membina Nada. Hari mengundangnya untuk mengikuti proses pengujian di sebuah lembaga syiar binaannya.

“Ya…lumayan,” datar saja Hari melisan.

Sejenak tiga kepala personil Nada terdiam. Susah payah menyanyikan “Indahnya Ukhuwah”, memecah suara namun berharap kaca ruangan tidak pecah karenanya; jauh-jauh datang, 40 kilo dari kos, dan itu hanya berbalas kata lumayan (daripada lu manyun ^^). Terukir kembali kenangan 15 April 2011, saat Nada lahir pertama dalam wujud kuartet. Sedikit sesak, karena formasi itu hanya bertahan satu kali tampil dan akhirnya menciut menjadi Trio.

Namun, Allah Maha Baik. Hari tertarik untuk membina Nada. Latihan pun dimulai. Pelan tapi pasti, suara para personil Nada, yang menurut Pipit Nada, seperti Angsa nangis mulai naik kelas. Dari TK nol kecil menjadi TK Nol besar dan akhirnya lulus S2 (waduh, cethar 7 Skala Richter). Selain itu, Nada pun mendapat tambahan personil.

Tak selalu manis. Naas, dua personil Nada tidak memiliki motor. Saat kendaraan umum sepi, mereka terpaksa berjalan kaki pulang dari studio latihan menuju kos yang berjarak sepuluh kilo. Maklum, kos sebagian personil Nada sedikit di ujung kota. Anggap saja alasannya demi menghilangkan penat latihan, he he. Hal ini tak menjadi masalah, malahan menjadi lelucon mereka yang menggelari diri sendiri sebagai para wanita perkasa. Walau super akhwat, namun covernya mereka tetap muslimah sejati. Jangan pernah paksa Nada berjilbab cekek atau bermake up menor, jika tidak mau dilempar sandal buntung. Keukeuh mereka menjaga syiar nasyid dengan tetap berpakaian muslimah yang sesuai adab.

Begitu menggebunya mereka mensyiarkan nasyid, selain dengan merilis lagu “Lihat Cintamu Dulu”, Nada pun rajin mengikuti festival. Tidak hanya di Jawa Tengah, tetapi diberbagai daerah lain seperti Jogja, Jatim, dan Jakarta.

Tiap satu kebahagiaan tak lepas pula dari kisah menyedihkan disana. Tepat satu tahun Nada, kembali seorang personil Nada mengundurkan diri. Namun, tak lama kemudian datang personil baru. Cerah kembali mendung, manakala saat latihan perdana dengan formasi baru, salah satu personil Nada mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kedua tangannya patah dan harus di-gips. Seolah belum cukup, personil baru Nada tidak mendapat restu orang tuanya untuk bersyiar dengan nasyid.

Kayyis, pelatih mereka yang juga personil Sintesa (tim nasyid jebolan Suara Indonesia Trans TV), membesarkan hati para Nada dengan kalimat ajaib

“Tenang sister. Tim nasyid besar mulainya juga begitu. Sudah biasa tukar-tukar formasi. Justru ini yang akan membuat kalian kuat,”

Nada pun kembali kuat, sesuai slogan mereka “Akhwat Perkasa”. Mereka yakin, mereka bisa untuk menjadi besar. Dan tepat 31 Desember, mereka tutup 2012 dengan menjadi salah satu juara Festival Nasional di Jakarta.


Source : Lovita Marcheilla

NB: Nada sekarang berganti nama menjadi Nadacapella. Personil mereka sekarang adalah Uhtin, Pipit, Papaw, Felsa, Naknung, dan Norma, dimanajeri Hari dan Kayyis sebagai pelatih. Prestasi yang pernah diraih Nada diantaranya Juara FN Joglo Semar Jogja, Juara Islamikustik Republika Jakarta, dan Grandfinalis Festival Muslimah Indonesia. Terakhir, mereka dinobatkan sebagai satu dari sepuluh munsyid ANN Jateng pilihah pembaca blog ANN Jateng (annjateng.blogspot.com).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ramada, Iie', Sieben, De Cis, Faza, Awan, N'Fe, Nada, Mahiba, Syahdu, Alief, Majesty, Naufal, I~Five, Trio Baik Hati, Redi. We are ANN Jateng...

Posting komentarmu di bawah ini...^^